Tuesday

Mengelola Pikiran

Sekedar sharing pengalaman saja dengan rekan-rekan semua. Semoga bermanfaat. Seringkali kita diringkus dan dibelenggu oleh pikiran dan kejadian masa lalu sehingga menghambat kita mencapai apa yang sesungguhnya kita inginkan. Misalnya kita pernah ditolak atau diputusin cinta, ditipu rekan bisnis, dibohongi dan dirugikan oleh seseorang yang sudah kita anggap sebagai teman, yang kita rasakan adalah perasaan sedih, marah, terhina, benci dan mungkin menjadi trauma. Trauma akan kejadian pahit di masa lalu inilah yang selalu menjadi penghambat kita untuk mencapai yang kita inginkan. Kita menjadi sangat hati-hati sekali hingga ragu untuk melangkah dan tidak percaya diri. Pada saat bertemu seseorang yang kita sukai, kita ragu menyatakan perasaan kita karena pernah ditolak dan takut mengalami ditolak lagi. Saat ada seseorang yang menawarkan kerjasama usaha, kita ragu bergabung karena takut mengalami tertipu lagi. Saat datang seseorang baru yang berniat berteman dengan kita, kita ragu menerimanya karena pernah dibohongi dan dirugikan oleh orang yang sudah kita anggap sebagai teman.

Saya pernah mengalami beberapa kejadian yang membuat saya trauma, pernah ditipu oleh teman, diintimidasi dan diteror oleh rekan kerja. Karena pengalaman buruk itu membuat saya menjadi sangat protektif dan ragu dalam bertindak. Akibatnya, saya sering melewatkan peluang -peluang bagus yang ada didepan saya.

Pada suatu hari saat saya sedang merasa kesal karena habis dimarahi bos karena hasil kerja saya dinilai tidak sempurna padahal saya sudah kerja lembur sampai subuh agar hasilnya sempurna, saya dikenalkan oleh teman saya seorang kliennya. Seperti bisa membaca pikiran saya, beliau menebak, “Anda sedang kesal ya?” Saya heran kok beliau bisa tahu padahal saya sudah pasang muka ceria. Saya jawab,”Kok tahu sih?”. Beliau hanya tersenyum. Saya bilang kalau saya sedang kesal dengan bos saya karena dia tidak puas dengan hasil kerja saya padahal saya sudah Give all my best. “Anda kecewa?” tanya beliau. “Pasti dong” jawab saya. “Ya, habis dia kan pimpinan, harusnya dia tahu dong gimana caranya menghargai dan memotivasi anak buah. Kita udah kerja mati-matian eh malah dimarahin bilangnya hasilnya belum sempurna. Di dunia ini kan ngga ada yang sempurna. Dia aja selalu cuek kalau kita sapa dan diberi senyum. Gimana kita bisa hormat dengan atasan seperti itu”, lanjut saya.

“Jadi maksudnya anda menyerahkan hidup anda kepada bos anda? “ tanya beliau. “Maksudnya”, saya tanya balik. “Lha iya, anda sudah ngasih kekuasaan kepada perilaku bos anda untuk mempengaruhi kinerja anda. Lha kalau hasil kerja anda dikritik, terus anda mengambek, terus anda malas kerja, terus prestasi turun kira-kira apa yang terjadi dengan diri anda besok besok? Bukankah anda akan makin dianggap jelek oleh bos anda dan lingkungan kerja? Nah dengan perasaan kesal anda ini, anda tetap bekerja dengan wajah suntuk dan kucel, kira-kira bos anda dan rekan-rekan kerja anda senang ngga melihat wajah anda kaya gitu? Trus dengan prestasi turun, wajah kucel, kira kira anda dapat promosi ngga? Yang rugi siapa?” Saya membayangkan apa yang beliau katakan. “Benar juga. Saya yang rugi,” pikir saya. Ternyata Beliau adalah seorang yang mendalami tentang Hypnosis dan NLP (Neurosemantics Master Practitioner) .

Beliau menjelaskan bahwa sesungguhnya pikiran kita 88%nya dikuasai oleh pikiran bawah sadar dan sisanya pikiran sadar. Bayangkan betapa besarnya pengaruh pikiran bawah sadar kita terhadap diri kita. Awalnya saya tidak tahu apa sebenarnya pikiran bawah sadar dan pikiran sadar itu. Beliau mencontohkan, seorang balita suka sekali memukul-mukul barang kepada ibu, reaksi sang ibu pada saat terkena pukulan adalah berkata, “Aduh sakit”. Reaksi itu terekam oleh pikiran bawah sadar si balita. Pada saat si balita sudah dapat bicara dan terkena pukulan akan berkata, “Aduh sakit”. Reaksi balita tersebut adalah reaksi pikiran bawah sadar karena yang ada didalam pikiran bawah sadar balita itu jika terkena pukulan reaksinya berkata, “Aduh sakit” sama seperti reaksi ibunya.

Lanjut beliau,” Bayangkan jika suatu pagi anda membuka pintu ingin menghirup udara segar, tetapi yang terhirup adalah bau kotoran sapi karena ada kotoran sapi teronggok diteras anda, apa yang anda rasakan? “ Saya menjawab, “Tentu aja bete dong”. “Ternyata kotoran sapi tersebut kiriman dari tetangga sebelah anda, apa yang anda rasakan?” lanjut beliau. Saya jawab, “Tentu aja kesal dong. Apa maksudnya ngirim kotoran sapi ke rumah saya. Bikin bau dan kotor aja!”. Saya ditanya lagi, “Apa yang anda lakukan pada kotoran sapi itu dan tetangga anda?” Saya jawab, “Saya kembalikan dan saya akan tanya apa maksudnya ngirim kotoran sapi!” Beliau lalu berkata, “Sekarang anda bayangkan, anda seorang pencinta tanaman, halaman rumah anda penuh dengan tanaman bunga dan buah yang subur. Apa yang anda rasakan bila mencium bau kotoran sapi? Setelah membayangkan saya jawab, “Tentu saja senang. Kotoran sapi kan pupuk alami yang sangat bagus untuk tanaman”. “Begitu tahu kotoran sapi tsb dari tetangga anda, apa yang anda lakukan pada tetangga anda?” Jawab saya, “Tentu saja berterima kasih dengan memberi satu buah pohon mangga sebagai rasa terima kasih.”

Beliau berkata, “Reaksi anda pada kotoran sapi tergantung pada apa yang anda rasakan thd kotoran tsb. Apa yang anda rasakan tergantung pada arti yang anda berikan tentang kotoran tersebut. Jika anda mengartikan kotoran sapi adalah sampah bau tidak berguna, hasilnya anda merasa tidak senang, akibatnya anda marah dan kesal kepada tetanga anda. Hasilnya permusuhan dengan tetangga anda. Jika anda mengartikan kotoran sapi adalah pupuk yang bagus untuk tanaman anda, hasilnya anda merasa senang mendapatkan pupuk, akibatnya anda berterimakasih pada tetangga anda. Hasilnya persahabatan dengan tetangga anda.

Tanpa sadar, pikiran saya sedang dikelola oleh beliau tentang arti kotoran sapi. Lanjut beliau,” Jadi makna atau arti anda terhadap sesuatu kejadian dalam pikiran anda menentukan perasaan anda, lalu menentukan tindakan anda dan hasil yang anda peroleh. Jadi bila anda diputus cinta, bisa jadi anda sedang diselamatkan. Mungkin saja orang tersebut akan kasar kpd anda, mengkhianati dan menyakiti anda bila sudah menikah dengan anda”. Saya hanya bisa mengangguk-angguk berpikir, “Mungkin aja”.

Beliau berkata,”Jika kita ingin sukses dalam hidup, siasatilah dan kelolalah pikiran kita menjadi lebih positif.” Saya semakin menasaran ingin lebih tahu lagi bagaimana caranya mengelola pikiran saya agar saya bisa sukses dalam hidup. Lalu saya bertanya pada beliau, “Bagaimana caranya?”. “Minggu depan saya ada jadwal sesi untuk Mind Management. Kalau memang tertarik untuk mengetahui bagaimana caranya, gabung dengan saya minggu depan”, jawabnya sambil tersenyum.

Karena penasaran akhirnya saya memutuskan mengikuti sesi Mind Management tsb. Pada sesi tersebut saya dilatih bagaimana mengenal pikiran sendiri dan mengelola pikiran saya sendiri. Hasilnya luar biasa. Rasa percaya diri saya meningkat. Respon saya terhadap kritikan dari bos dan rekan-rekan kerja menjadi positif sehingga mempengaruhi prestasi kerja saya ke arah yang lebih baik. Karena saya ingin terus sukses, saya memutuskan mengambil lanjutan dari sesi Mind Management, yaitu Hypnotic Communication for Persuasion. Pada sesi tersebut saya dilatih bagaimana mengenal pikiran orang lain dan mengelola pikiran orang lain agar orang tersebut mau menyetujui memenuhi keinginan saya. Hasilnya sangat tidak terduga luar biasanya.

Proposal-proposal dan ide-ide saya sering langsung diterima oleh bos dan rekan-rekan kerja saya. Saya pun lebih percaya diri dalam mengungkapkan pendapat-pendapat. Termasuk dalam milis ini. Dulu saya hanya pembaca milis, setelah mengikuti sesi Hypnotic Communication, saya percaya diri untuk mengungkapkan pendapat-pendapat saya di milis. Hal yang sama juga diungkapkan oleh 2 orang staff saya yang saya kirim untuk mengikuti sesi Mind Management. Mereka memperlihatkan perubahaan yang luar biasa positif sehingga meningkatkan prestasi divisi yang saya pimpin.

Sekarang saya mengerti betapa dasyatnya kekuatan pikiran kita terhadap kehidupan kita. Dengan mengelola pikiran saja, saya bisa meraih keinginan saya. Beliau selalu berkata, “Hati-hatilah, pikiran seseorang tercermin dari kata-katanya. Kata-kata bisa memprogram pikiran. Hati-hatilah pikiran bisa dibajak oleh emosi! Keterbatasan sering berasal dari pikirian.”
Semoga pengalaman saya bisa menginspirasi rekan-rekan semua. (iwedrisatira@ yahoo.com)

1 comment:

zona wanita said...

“Hati-hatilah, pikiran seseorang tercermin dari kata-katanya. Kata-kata bisa memprogram pikiran. Hati-hatilah pikiran bisa dibajak oleh emosi! Keterbatasan sering berasal dari pikirian.”

Terima kasih anda sudah menulis artikel ini. Anda sudah menulis dengan hati dan kejujuran seorang wanita..

kalau ada waktu..lihat juga tentang keajaiban sebuah kata maaf.atau soal balas dendam (ini tentu terkait dengan pikiran)di http://sonawanita.wordpress.com/2011/08/15/maafkanlah-diri-sendiri-dan-orang-lain/

Popular Posts